1 Muharram 1429 H/10 Januari 2008 M
catatan awal tahun:
Selamat tahun baru 1429. Tahun baru ini ditandai dengan gerimis tipis membasah bumi, juga hiasan lingkar pelangi di langit barat.
Tahun baru… semangat baru, gairah baru dan perbaikan baru. Semoga perjalanan ini selalu mendapat ridlo dari Allah SWT.
Tahun baru, kejadian baru euy….
Hari ini capek, tapi seneng. Alumni angkatan 2000 reunian! Memang tak banyak yang datang, hanya sekitar 20 orang. Tapi cukup segar dan menghibur, terutama di tengah carut marut kemerosotan negeri ini, pula bencana yang tak kunjung-kunjung reda
.
Promotornya: Arif Setyawan, A Nashih Lutfi dan Syifa.
Tema cerita : January, blue and birthday (Ngarang:p).
Acaranya? Meminjam istilah Lutfi : kumpul-kumpul, makan-makan, ngobrol-ngobrol, ketawa2, kenyang2, habis itu insyaf!
Tujuh tahun tak bertukar pandang dan berbagi cerita…Ternyata kita semua memiliki sesuatu yang tersimpan, menunggu untuk mekar dan keluar dengan indahnya…
Ada yang kalem tapi mengandung energi, ada yang meledak2, ada yang datar tanpa ekspresi. Semua saling mengisi dan melengkapi.
Siapa saja yang datang, dan seperti apa mereka? Kusebutin ya…Tapi ini subyektif banget dan bagi yang bersangkutan jangan tersinggung…
1. Husein: Anak MAK niy… Ingat kan? Yang dulu selalu rapi jali. Tonti banget, dan ehm ehm…idaman wanita…Tapi kali ini dia terlihat kuyu dan layu, ada masalah bro…
Husein!Semangat ya…masalah yang berat akan membuat kita jauh lebih matang dan dewasa ketika kita berhasil melewatinya. Badai pasti berlalu dan matahari akan bersinar lagi…
2. Ade dan Istri (Aulia): MAK juga. Dulu perawakannya kecil, sekarang lebih mendingan, apa lagi dah ada yang ngurusin:). Istrinya kalem, pake kaca mata dan kurus. Serasi deh pokoknya. Sekarang ada julukan baru untuk Mr Ade: Pak Hakim….Aduh…aduhhh…hakim agama itu berat lo…Apa badan sekurus itu siap menganggungnya??
3. Nura : IPA 2. Hanya jumpa sebentar…Tiba2 dia sudah hilang. Terburu2 pergi. Nura masih seperti dulu: mungil, lincah, suka ngoceh dan … Sekarang dia jadi amtenaar, abdi dalemnya pemerintah RI. Di DEPTAN kalo tak salah. Harus berjiwa pancasila dong bu. tanggung jawabnya ke seluruh orang indonesia lo.
4. Syifa: IPA 2 juga. Bos wanita kita… Masih tetap cool, calm, and confident. Bicara secukupnya, dalam dan bermakna…
5. Amah: Siti marhamah. IPA 1. Tambah gemuk lo..Gaya bicaranya sudah lain, lebih berat dan ditimbang-timbang, mungkin karena belakangan harus banyak bergaul dengan bapak2 di Klaten dan Karanganyar… Kalau tak salah Amah juga anak buahnya SBY…Buat Amah: biarpun agak gemuk tapi tambah cantik…:)
6. Iis: kelas Bahasa.. Dulu kuliahnya di IAIN suka, fakultas Adab (?), sekelas dengan Basith: Sejarah. Rutinitas keseharian ibu ini harus berkutat dengan birokrasi sekolah. TU:sama sekali gak populer sejak dulu, tapi pemegang kendali roda kegiatan sekolah. Iis ini tipikal cewek jawa; manutan, tak suka muncul di permukaan, yang penting aman. Tapi keberadaannya melengkapi…
7. Aku? tanya yang lain aja ya…
8. Basith: M Anwar Basith, kelas MAK. Kalem…meskipun sesekali juga terdengar suaranya, celoteh dan tawa. Manis, tapi pemalu.
9. Yusron Alwi: Du…h Mr ARtman. Seni….banget. Apa memang seniman harus kaya gitu, Yus? Bagaimanapun Yusron saat ini, tetap ada yang masih melekat dalam sikap dan kata-kata, tetap penuh perhatian dan pemberontak. Bohemian, anti kemapanan…seperti itulah…
10. M Subhan: IPS 2. kalemmm, nyaris tak terdengar….hidung bangir dan apa lagi ya….?
11. Heri Sukirno : IPA 2. kalem juga. Alis tebal, rahangnya tambah kuat, menciri sebagai lelaki dewasa…
12. Hari: MAK. Wuih, ganteng sekarang. Gemuk? Masih. Gondrong, brewokan, lebih laki-laki deh and coool bangetz.
13. RIdlo: MAK lagi. Dia datang dengan pamernya
. bawa cewek lo. Bukan istri, bukan adik, tapi mesra abisy. Sementara si cewek senyum2, malu2. Kabarnya dia mau segera menyusul Ade, menjejaki jenjang kehidupan yang baru.
14. EKo (bagor): MAK juga…Sungguh2 aku gak suka dengan panggilan Bagor, meskipun dia membela diri dengan kepanjangannya, Bagor : bagus orangnya (hehehe). Ah anak ini, kebal-kebul sepanjang waktu, kaya’ lokomotif kereta batu bara jaman saisuak. Bahkan warna asap rokok mungkin udah larut ke kulitnya, jadi makin kelabu…. Hati-hati lo mas, paru2 bisa keropos. Tapi Eko lucu, bocor abisy. Kaya’ iklan Sampoerna hijau “Gak ada loe gak rame”.
15. Zuhdan: IPA 1. Lebih gemuk. lebih pede. Lebih banyak mengeluarkan pendapat, meskipun terkadang agak terkesan ganjil. Apapun itu, tetap sebuah kemajuan.
16. Arif Setyawan: MAK. Boss of The Boss. Jowo banget. Sikapnya agak canggung tapi tetep pede. Lebih gemuk juga. Aku kira dulu Arif itu kalem. Ternyata enggak juga. Burung2 punya kabar, Arif ini sekarang Bisnisman lo. Itu burung yang punya kabar. Kalo mau tau yang sebenarnya, tanya langsung pada galileo (????).
17. Eko Riyadi: MAK juga. Mungkin saudaranya Slamet Riyadi ya (:P becanda)? Masih tetep datar tanpa ekspresi. Fluktuasi sikapnya gak terlalu lebar. Bahasanya dalam dan berbobot. Gaya jalan dan gaya bicaranya tetap sama, tenang, tertata, rapi…
18. Lutfi : Nashih Lutfi. MAK lagi…LUvi…Met Ultah ya Lut. Insya Allah bentar lagi bakal jadi bapak/ayah/abah/abi atau pa (?). Yang kuinget tentang Lutfi , mmmm pigmen melanin:p, karena warna kulitnya yang gelap. Dan tentu saja ilmu sejarah, dan tentu juga matanya yang indah…
That’s all. Waktu itu… 5 jam berlalu, tak terasa…tapi begitulah. Reunian, juga seperti kembang api. Indah, menawan, meledak2, meramaikan kembali hati yang telah lama sunyi, namun hanya sekejap, tak ada bekas yang tampak, hanya tilasan di hati. Semua pulang membawa kisahnya masing2….
Especially for Eko “bagor”: paedofili itu sebuah kasus seksual, ketika seseorang yang telah berusia cukup dewasa memilih pasangan seksnya anak2 kecil. (begitu kan?)
Yogyakarta, masih tahun baru…